Maksimalkan Segala yang Ada dalam Kegiatan Pembelajaran


Kurikulum 2013 mengamanatkan bahwa pembelajaran dalam kelas mengacu pada kegiatan ilmiah, dimana siswa dalam kegiatan pembelajarannya melakukan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasi. Sejalan dengan kegiatan pembelajaran tersebut, Dr. Ali Ketua Jurusan (Kajur) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan yang dialami siswa harus memberikan pengalam bermakna, sehingga siswa benar-benar mengkontruksi pengetahuannya dan mampu bertahan lama dalam ingatannya.
“Kegiatan mengamati berbeda dengan kegiatan melihat” ujar Dr. Ali dalam memberikan kuliah umum dihadapan Guru-guru Matematika Kabupaten Pasuruan yang tergabung dalam Musyawarah Guru Matapelajaran (MGMP) Matematika Kabupaten Pasuruan pada Hari Kamis 25 Januari 2019 di UNY. Kegiatan mengamati gabungan dari melihat dan memikirkan. Melalui kegiatan mengamati siswa mendapatkan sesuatu yang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan akibat dari hasil pengamatannya.
Kegiatan mengamati ini tidak mudah bagi siswa yang belum terbiasa, oleh sebab itu siswa perlu dilatih sesering mungkin agar terbiasa untuk mengkritisi sesuatu yang sedang diamati, sehingga pada akhirnya siswa akan mampu mengeksplorasi pengetahuannya melalui diskusi-diskusi yang diperankan oleh guru untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan siswa yang dimunculkan dalam pengamatannya.
Kegiatan diskusi yang dimaksud disini adalah tidak semata-mata setiap pembelajaran melakukan kerja kelompok, kemuadian siswa berdiskusi dengan teman dalam kelompok masing-masing, tetapi diskusi dapat dilakukan secara klasikal terarah dan terpimpin oleh guru.
Pada kesempatan waktu yang lain, siswa juga perlu dilatih untuk berdiskusi dengan temannya dalam kegiatan pembelajaran kooperatif yang melibatkan siswa untuk dapat berkomunikasi dan berdiskusi memecahkan permasalahan dengan bimbingan guru, sehingga kegiatan belajar siswa benar-benar menjadi bermakna. Dalam hal ini, siswa selain memperoleh pengetahun baru tetapi siswa juga memperoleh keterampilan-keterampilan yang dibiasakan oleh guru dalam kegiatan belajarnya.
Intinya dalam kegiatan kuliah umum yang dilaksanakan di UNY, guru dapat memaksimalkan segala kondisi dan situasi yang ada untuk memberikan pengalaman dan kegiatan belajar yang bermakna bagi siswa. Bukan memberikan tambahan beban yang berat kepada guru dalam melaksanakan tugasnya untuk mengada-adakan sesuatu yang tidak ada, melainkan memaksimalkan segala sesautu yang ada dan mudah difahami siswanya.

Komentar

  1. Sunggug luar biasa...meski hanya sekilas kuliah umum yang dipaparkan NARSUM.tapi dapat memberikan ..pengetahuan yg bermnafaat sekali buat kami.
    Terima kasih pak.nurdin menggugah kami..apa yang telah kita laksanakan kegiatan kita di UNY kemarin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kembali Pak Cahyo, apa yang kita ketahui ternyata seujung kuku jika dihadapkan dengan nara sumber seperti beliau

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Permasalahan Klasik yang Membutuhkan Penanganan Intensif

Buku Kerja Guru